Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS) Muhammadiyah (Lazismu) telah menapaki usia ke-23 tahun sebagai lembaga filantropi Islam yang menetapkan visi berkelanjutan : menjadi Lembaga Amil Zakat Terpercaya, dengan misi mengelola dana umat dengan cara yang amanah, profesional, dan transparan, meningkatkan pendayagunaan ZIS yang kreatif, inovatif, dan produktif, serta meningkatkan pelayanan donator. Kepercayaan publik adalah fondasi utama dalam menjalankan amanat zakat, infak, dan sedekah. Oleh karena itu, Lazismu terus menjaga metode pengelolaan zakat sesuai azas-azas pengelolaan zakat seperti yang diamanatkan dalam undang-undang. Visi dan misi ini menjadi pijakan dalam menghidupkan semangat solidaritas sosial dan membangun keadilan yang berkelanjutan.
Kabupaten Kendal memiliki histori yang kuat pada perjalanan pergerakan zakat. Kita sebutsaja salah satu tokoh Muhammadiyah Kabupaten Kendal, Bapak H Abdul Bari Shoim rahimahullah, sebagai pemikir dan penggerak zakat yang telah meninggalkan warisan besar berupa sistem pengelolaan zakat Muhammadiyah melalui Badan Pelaksana Urusan Zakat Amwal (Bapelurzam) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weleri, yang merintis jalan pergerakan zakat modern Lazismu Kendal saat ini. Perjuangan beliau Bapak H Abdul Bari Shoim, diteruskan oleh Bapak H Muslim rahimahullah dan para penerusnya hingga saat ini.
Tagline milad ke 23 “Lazismu Untuk Kesejahteraan Semua” semakin menguatkan komitmen Lazismu Kendal untuk berkolaborasi dalam memberikan manfaat kepada masyarakat di kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tanpa membedakan golongan, suku, agama, maupun latar belakang ideologi. Program-program seperti bantuan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga penanggulangan bencana, menyentuh seluruh elemen masyarakat. Lazismu Kendal hadir bukan hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai perekat sosial yang menjangkau mereka yang terpinggirkan dan membutuhkan, termasuk masyarakat non-Muslim yang terdampak bencana atau krisis sosial lainnya. Prinsip inklusivitas inilah yang menjadikan Lazismu relevan dan adaptif di tengah kompleksitas sosial Indonesia.
Namun demikian, persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa ini. Menurut data BPS Maret 2024, secara nasional jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai sekitar 25,8 juta jiwa. Angka ini menunjukkan bahwa ketimpangan ekonomi masih tinggi dan perlu ditangani secara sistemik. Lazismu Kendal, dalam skup kabupaten, telah mengambil bagian aktif dalam berbagai program pemberdayaan seperti pelatihan wirausaha, penguatan UMKM, dan pengentasan daerah tertinggal. Namun upaya ini membutuhkan sinergi yang lebih luas antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga zakat lainnya.
Salah satu tantangan mendasar dalam upaya pemerataan kesejahteraan adalah rendahnya kesadaran masyarakat kelas menengah atas terhadap kewajiban zakat mal. Berdasarkan laporan BAZNAS (2023), potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun, namun yang terealisasi baru sekitar Rp29 triliun, atau hanya 9% dari total potensi. Artinya, sekitar 91%— dari kalangan wajib zakat—belum memahami atau belum melaksanakan kewajiban zakat mal secara optimal. Di Kendal, potensi zakat maal mencapai angka 46 miliar (data tahun 2022), sementara itu zakat yang terkumpul baru diangka sekitar 26 miliar. Masih ada potensi sekitar 20 milar. Ini menunjukkan bahwa edukasi dan dakwah tentang zakat masih menjadi tugas besar yang perlu digarap lebih serius, termasuk oleh Lazismu Kendal sebagai unsur pembantu pimpinan dalam jejaring dakwah Muhammadiyah Kendal.
Memasuki usia 23 tahun, kita semua berharap semoga Lazismu Kendal khususnya, semakin dipercaya masyarakat luas dalam memainkan peran sebagai jembatan sosial antara masyarakat kaya dan yang miskin. Dengan pendekatan profesional dan semangat dakwah yang humanis, Lazismu diharapkan menjadi garda terdepan dalam dakwah sosial, membumikan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin seutuhnya dan berperan aktif ikut serta dalam membangun ekosistem kesejahteraan umat yang berkeadilan dan berkelanjutan. Di tangan lembaga zakat yang terpercaya, potensi kebaikan umat bisa dikelola menjadi kekuatan besar yang membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan bangsa, kearah yang lebih baik.
Suprapto, Manajer Eksekutif Lazismu Kendal
