Lazismu Kendal

Lazismu Kendal

Selaraskan Program Kerja, Lazismu Kendal Adakan Rakerda 2025

Untuk menyusun program yang akan dilakukan selama satu tahun kedepan Lazismu Kendal melakukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 yang berlangsung di Vila Pedalaman, Limbangan Kabupaten Kendal pada Sabtu-Minggu (14-15/12/2024).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus (BP) Lazismu Jawa Tengah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal Ikhsan Intizam, serta perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Kantor Layanan (KL) se-Kabupaten Kendal.

Ketua BP Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan mengatakan kesuksesan Lazismu Kendal bukan hanya di Jawa Tengah, namun juga nasional.

“Jelas sudah tidak diragukan lagi bagaimana Lazismu Kendal men-support dakwah-dakwah persyarikatan, di Jawa Tengah bahkan diluar Jawa Tengah”, tuturnya.

Selain itu Ketua PDM Kendal, Ikhsan Intizam mengatakan bahwa Lazismu Kendal telah mempertahankan marwah Muhammadiyah Kendal dan mempertahankan status Zakat-nya.

Ia juga berharap bahwa Lazismu Kendal bisa terus mempertahankan menjadi Lembaga Zakat terbaik di Jawa Tengah atau bahkan Nasional.

“Mempertahankan memang jauh lebih berat daripada merebut kemenangan, maka saya berharap sampai akhir periode Lazismu Kendal tetap akan menjadi yang terbaik se-Jawa Tengah dan Nasional”, pungkasnya.

Terakhir ketua BP Lazismu Kendal, Sutiyono menyampaikan terimakasih kepada seluruh PCM dan KL yang telah bersama dengan BP daerah bisa mengembalikan kepercayaan Lazismu Kendal yang nyaris kendor di masyarakat.

“Dari dulu Kendal sudah dikenal sebagai pusat zakat, berbagai daerah berkunjung ke Kendal. Tetapi beberapa tahun yang lalu sempat disalip oleh Sragen dan Banyumanik”, pungkasnya.

Lebih lanjut, beliau sempat minder karena pernah disalip oleh Sragen dan Banyumas, tetapi berkat dukungan PCM dan KL Lazismu Kendal bisa kembali merebut prestasi nomor satu se-Jawa Tengah.

Terakhir, Sutiyono berharap bahwa jangan sampai Lazismu Kendal yang sudah maju akan mundur karena ego yang kurang selaras dengan kebijakan pusat.

“Jujur kemarin saya terenyuh dengan beberapa daerah, contoh Brebes mempunyai ranting yang luar biasa bernama ranting Sirampok, tetapi karena PCM-nya belum setuju untuk setor ke Daerah maka tidak bisa maksimal pemanfaatannya”, tutupnya.

Tentang Berita dan Artikel Lainya

Scroll to Top