Oleh: Sutiyono
Dan diantara disyariahkannya “amil dalam shodaqoh” adalah agar pembagian shodaqoh lebih merata dan bermakna, tidak menumpuk disatu sisi dan kering disisi yang lain. Islam yang rahmatan lil alamin, dan kaafatan lin nas menembus batas geografis sebuah negeri, apalagi cuma RT, RW dan kampung. Jangan sampai terjadi dalam satu moment di satu tempat berlimpah ruah sodaqoh tetapi di tempat lain minim bahkan kekeringan, hanya basah oleh air mata serta air liur yang deras mengalir tak terbendung.
Masyarakat modern, yang karena kesibukannya sangat jarang berinteraksi sosial, bercanda ria dengan lingkungannya. Ada yang pergi pagi pulang malam, bahkan yang bekerja di luar kota yang hanya pulang sepekan sekali, dimana ahad juga untuk keluarga, makin sempit kesempatan untuk bermasyarakat. Idul qurban, menjadi moment yang sangat berharga. Berqurban di lingkungan sendiri, bekerja bakti ramai ramai membagi daging juga makan bersama menjadi agenda tahunan yang sangat dirindukan. Terlalu mahal moment ini jika harus dikorbankan, jika harus berqurban keluar lingkungan atau ke wilayah lain yang kita tidak tahu lokasinya. Ke Palestina, Somalia daerah konflik, ke Lombok, Palu atau Halmahera atau wilayah-wilayah yang sedang ditimpa musibah bencana, atau ke Kaliereng Cening, Banyuringin di Singorojo tepian Kendal atau tepian daerah lainnya. Terus, haruskah kita tutup mata dengan daerah lain, yang penting kita sudah berqurban, insya Allah ibadah kita diterima Allah swt, begitukah sikap muslim, mukmin?
Pernahkah mendengar, Pak Lurah mendata seluruh panitia qurban,mendata seluruh mudhohi/shohibul qurban, membagi wilayah dan membuat standar bagian, yang kurang silahkan meminta dan yang melebihi standar ( misal batas bawah 0,5 kg dan batas atas 1 kg daging), menyerahkan pada bank daging qurban, dibuat bakso, abon, rendang, diawetkan untuk kepentingan lain, dosakah itu. Tidak umum, tidak biasa, menyalahi adat, walakin aktsaro naasi laa yaklamun.
Konon di haji wadak, rasul teladan kita berqurban 100 badanah ( onta pilihan) 63 dipotong sendiri, selebihnya, karena kelelahan dimintakan pada shohabat Ali ra untuk meneruskannya. Sebagai pribadi yang mencintai dan meneladani rasul, mari berqurban lebih dari seekor, untuk tidak mengorbankan wilayah jauh yang lebih membutuhkan, jikapun baru seekor yang bisa, akan lebih baik jika direncanakan, kapan di lingkungan dan kapan keluar. Agar qurban kita tidak semata mendapatkan pahala, namun maslahat, rahmatan lil alamin, untuk yang sampai saat ini “belum berazam” jangan lewatkan moment terindah ini.
Begitu sayang dan rindunya saya pada kekasih. Malam ahad ini dia berulang tahun, bagaimana bisa ketemu, untuk kerumahnya saya gak bisa, gak ada kendaraan, ada tugas menjaga rumah, karena seluruh anggota keluarga keluar kota, bagaimana ini, rindu banget, ulang tahun lagi….Dian Phisesa, musik kesayangan pengusir sepi seakan meledek…..bagaimana mungkin, kau masih menyayangku, sedang ulang tahunku, engkau tak ingat lagi…
Klik Link dibawah ini untuk ikut dalam program kebaikan Qurban Lazismu
https://lazismukendal.org/campaign/qurbanmu-bahagiakan-sesama?ref=h7s1j


