Kendal — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kendal berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kendal, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Kendal, serta BMT Bismillah menggelar Seminar Sekolah Tani pada Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Senja Mulia School, Patean, dan dihadiri oleh para praktisi pertanian dari berbagai wilayah di Kabupaten Kendal.
Seminar ini menghadirkan narasumber utama, Fatoni Saputra, Founder Sekolah Tani Indonesia Foundation sekaligus alumni Institut Pertanian Bogor (IPB). Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan petani agar mampu bertransformasi menjadi petani cerdas yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta memiliki masa depan yang lebih cerah.
Dalam paparannya, Fatoni Saputra mengungkapkan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk berkembang, namun masih menghadapi sejumlah tantangan klasik. Ia menyebutkan bahwa masalah utama yang kerap dihadapi petani meliputi keterbatasan modal, akses lahan, dan pemasaran hasil pertanian.
“Secara umum, persoalan petani itu ada pada modal, lahan, dan pasar. Tiga hal ini harus kita carikan solusi bersama agar petani bisa berkembang,” ujar Fatoni.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital, khususnya telepon pintar dan media sosial, sebagai sarana pemasaran produk pertanian. Menurutnya, petani tidak lagi bisa hanya mengandalkan cara konvensional dalam menjual hasil panen.
“Manfaatkan handphone dan media sosial untuk berjualan. Ini peluang besar yang sering belum dimaksimalkan oleh petani,” tambahnya.
Selain itu, Fatoni juga mendorong para petani untuk menjalin kemitraan sebagai solusi atas keterbatasan lahan. Ia menjelaskan bahwa kerja sama antarpetani maupun dengan pihak lain dapat membuka akses terhadap lahan yang lebih luas dan produktif. Dalam hal pemasaran, Fatoni menyatakan kesiapannya untuk membantu menghubungkan para petani dengan sektor industri.
“Saya siap membantu menghubungkan hasil pertanian teman-teman ke industri agar memiliki pasar yang lebih jelas dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lazismu Kendal, Sutiyono, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada para peserta agar memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa petani sejatinya memiliki potensi besar untuk menjadi kelompok masyarakat yang sejahtera dan mandiri.
“Petani itu seharusnya menjadi orang-orang kaya karena mereka memegang kunci ketahanan pangan,” kata Sutiyono.
Ia juga mengajak para petani untuk kembali pada prinsip dasar pertanian yang berkelanjutan, yakni memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri. “Makan apa yang kita tanam, tanam apa yang kita makan,” ujarnya menegaskan.
Menurut Sutiyono, kegiatan seperti Seminar Sekolah Tani ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, agar lebih berdaya saing dan tidak tertinggal dalam arus perkembangan zaman.
Para peserta seminar menyambut baik kegiatan ini dan berharap adanya tindak lanjut berupa pendampingan maupun pelatihan lanjutan. Dengan adanya sinergi antara lembaga filantropi, organisasi kepemudaan, dan lembaga pemberdayaan masyarakat, diharapkan lahir petani-petani cerdas yang mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga ketahanan pangan di daerah.
Seminar ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju arah yang lebih modern, kolaboratif, dan berkelanjutan.
