Lazismu Kendal

Lazismu Kendal

Guru Sang Surya MAN Kendal Salurkan Beasiswa Mentari dan Bantuan Operasional Melalui Lazismu Kendal

Kendal – Komitmen para pendidik untuk berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya diwujudkan melalui proses belajar mengajar di ruang kelas. Kepedulian tersebut juga tercermin melalui gerakan berbagi yang dilakukan para guru yang tergabung dalam Guru Sang Surya MAN Kendal. Pada Selasa (7/7/2026), mereka kembali menyalurkan donasi pendidikan melalui Lazismu Kendal berupa Beasiswa Mentari bagi tiga siswa SMP Muhammadiyah 6 Kendal serta bantuan operasional untuk PAY Muhammadiyah Weleri.

Dana yang disalurkan merupakan hasil infak rutin para guru Guru Sang Surya MAN Kendal yang setiap bulan menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung program-program pendidikan dan kemanusiaan. Melalui kebiasaan berbagi yang dilakukan secara konsisten, manfaat donasi dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Pada penyaluran periode Juli 2026, sebanyak tiga siswa SMP Muhammadiyah 6 Kendal menerima Beasiswa Mentari dengan nominal masing-masing sebesar Rp150.000. Selain itu, PAY Muhammadiyah Weleri menerima bantuan operasional sebesar Rp1.100.000 untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan yang selama ini dijalankan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh tim Lazismu Kendal. Bantuan tersebut diterima oleh perwakilan sekolah dan pengelola PAY Muhammadiyah Weleri.

Sri Sumini mengatakan bahwa program donasi Guru Sang Surya merupakan bentuk kepedulian para guru terhadap keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi peserta didik yang membutuhkan dukungan serta lembaga pendidikan yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya.

“Alhamdulillah, para guru di Guru Sang Surya MAN Kendal memiliki komitmen untuk terus berbagi setiap bulan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi para siswa penerima beasiswa dan membantu operasional PAY Muhammadiyah Weleri. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi kami percaya bahwa ketika dilakukan secara istiqamah, manfaatnya akan terus mengalir dan membawa keberkahan bagi semua,” ujar Sri Sumini.

Ia menambahkan bahwa budaya berbagi perlu terus ditanamkan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mendidik peserta didik melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan teladan dalam menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama.

Lazismu Kendal menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang terus diberikan oleh Guru Sang Surya MAN Kendal dalam menyalurkan donasinya. Seluruh dana yang dihimpun dikelola secara amanah dan disalurkan kepada penerima manfaat sesuai dengan tujuan program yang telah disepakati.

Secara terpisah, Eksekutif Program Lazismu Kendal, Ilham Khur Aeni, menjelaskan bahwa sinergi dengan komunitas guru merupakan salah satu bentuk kolaborasi yang sangat penting dalam memperkuat program pendidikan.

“Program seperti ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki secara rutin. Lazismu hanya menjadi jembatan amanah yang menghubungkan para donatur dengan para penerima manfaat. Semoga semakin banyak komunitas, instansi, maupun lembaga yang tergerak untuk bersama-sama mendukung pendidikan melalui gerakan filantropi Islam,” ungkapnya.

Menurut Ilham, Beasiswa Mentari merupakan salah satu program unggulan Lazismu di bidang pendidikan yang bertujuan membantu peserta didik dari keluarga prasejahtera agar tetap semangat menempuh pendidikan. Sementara itu, bantuan operasional bagi lembaga pendidikan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan Muhammadiyah agar mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas.

Melalui kolaborasi yang terjalin antara Guru Sang Surya MAN Kendal dan Lazismu Kendal, semangat gotong royong dalam memajukan pendidikan terus tumbuh. Donasi yang dihimpun secara rutin menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak selalu diukur dari besarnya nominal, tetapi dari konsistensi dan keikhlasan dalam berbagi.

llham berharap gerakan baik yang diinisiasi Guru Sang Surya MAN Kendal dapat menginspirasi lebih banyak komunitas guru, sekolah, maupun masyarakat untuk berpartisipasi dalam mendukung pendidikan. Dengan semangat ta’awun (tolong-menolong), diharapkan semakin banyak anak-anak yang memperoleh kesempatan belajar dengan lebih baik dan lembaga pendidikan memiliki dukungan yang memadai dalam menjalankan misinya mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.

Tentang Berita dan Artikel Lainya

Scroll to Top