Lazismu Kendal bersama Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PDM Kendal menginisiasi aksi penanaman 150 bibit pohon alpukat di Dukuh Rejosari, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, pada Sabtu (21/11). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-113 dan melibatkan berbagai unsur organisasi serta masyarakat.
Penanaman dilakukan di lahan milik warga yang tergabung dalam kelompok tani setempat. Selain Lazismu dan MLH, kegiatan ini turut didukung oleh jajaran Forkopimcam Patean, LLHPB PDA Kendal, PDPM Kendal, LPB PDM Kendal, akademisi dari UMKABA, RSUM Darul Istiqomah Kendal, serta relawan Muhammadiyah Kendal.

Ketua MLH PDM Kendal, Wasito, menjelaskan bahwa aksi tanam pohon ini merupakan bagian dari upaya konservasi alam. “Tujuan utamanya adalah memulihkan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, dan menjaga keseimbangan alam,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pohon alpukat dipilih karena memiliki manfaat ganda, yakni berfungsi sebagai tanaman resapan air sekaligus tanaman produktif yang menghasilkan buah.
“Jenis alpukat yang kami tanam adalah jenis miki, yang paling cocok untuk kondisi ketinggian wilayah Patean,” ucap Wasito. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya seremonial, melainkan program berkelanjutan yang disiapkan secara sistematis.
Wasito juga memaparkan bahwa 150 bibit ditanam di lahan milik 10 warga, yang tergabung dalam satu kelompok tani. “Ke depannya akan ada pendampingan dan monitoring oleh Pemuda Muhammadiyah untuk memastikan tanaman ini dapat tumbuh dengan baik,” jelasnya. Selain bibit, pihaknya juga menyiapkan pupuk organik yang digunakan langsung saat penanaman. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan tahap pertama, dan secara bertahap jumlah bibit yang ditanam di Desa Sidodadi akan terus ditambah.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kendal, Sulis Mardiono, mengapresiasi langkah MLH dalam menggagas program tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sejalan dengan arah program Lazismu dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kebermanfaatan masyarakat. “Apa yang dilakukan MLH ini sudah sesuai dengan mekanisme Lazismu, di mana dana ZIS dihimpun, dirumuskan dalam program, lalu dijalankan oleh majelis atau lembaga di bawah PDM sesuai bidangnya masing-masing,” tutur Sulis.
Ia menambahkan bahwa penanaman pohon alpukat di Sidodadi merupakan perluasan dari program yang sebelumnya telah dijalankan Lazismu. “Sebelumnya kami juga telah melaksanakan program yang sama di Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo. Alhamdulillah hasilnya sudah mulai terlihat,” katanya.
Sulis juga menyampaikan bahwa keberhasilan program penanaman alpukat tersebut berkontribusi pada penghargaan yang diraih Lazismu Kendal. “Melalui program lingkungan ini, Lazismu Kendal meraih Lazismu Award kategori Program Lingkungan Terbaik pada Rakerwil Lazismu Pusat 2026 di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budidaya alpukat yang bernilai ekonomis. Penanaman di Desa Sidodadi menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah Kendal untuk menghadirkan gerakan yang berdampak jangka panjang bagi lingkungan dan pemberdayaan warga.
