Oleh : Sutiyono (Ketua Badan Pengurus Lazismu Kendal)
Menelusuri tepian negeri di wilayah Kendal, dari satu sudut ke sudut yang lain rasanya semakin menarik. Daerah pertama Kaliyoso Mojoagung Plantungan, ke selatan hingga Blumah dan Tegalparto di lereng Gunung Prahu. Jungsemi di Kangkung hingga Gondang di Limbangan. Penelusuran terus berlanjut ke daerah lain dan berakhir di daerah Wungkalan Kecamatan Singorojo.
Empat tahun berturut-turut membersamai masyarakat di desa Cening dan beberapa daerah lain dalam rangka edukasi qurban ke tepian negeri. Menyadarkan masyarakat bahwa begitu meriahnya perayaan hari raya ledul Adha oleh kebanyakan orang muslim, dan ada sebagian daerah yang tidak bisa merayakan dan berlalu tanpa arti. Meriahnya prosesi pemotongan hewan qurban serta kepulan asap pembakaran sate daging qurban, ternyata belum menyentuh wilayah-wilayah tepian negeri.
Rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi alasan utama, namun ada alasan lain yang kurang diperhatikan. Kesadaran dan kepedulian terhadap sesama yang menjadi masalah penting di kalangan masyarakat. Sering kita mendengar cerita yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, dengan penuh kesungguhan mampu melaksanakan ibadah qurban dan berupaya mengikuti sunah para leluhur dalam memeriahkan hari besar umat Islam. Atas dasar alasan di atas melalui Lembaga Amil Zakat Lazismu, kami memberi edukasi kepada masyarakat kota yang umumnya berlimpah hewan qurban, untuk memperluas “ring” distribusi. Menembus batas desa dan kampung, karena wilayah dakwah adalah ke seluruh alam, rahmatan Iii alamin.

Kami mencoba menerapkan standar, pembagian daging qurban pada kisaran 0,5 – 1 kg daging. Artinya jika pembagian kurang dari 0,5 kg silahkan menghubungi kami untuk ditambah dan sebaliknya, jika lebih dari 1 kg, juga kami menerima kelebihan nya. Untuk wilayah yang kekurangan, tidak kami berikan dengan percuma, tetapi disertai edukasi bahwa subsidi dari kami tidak lebih banyak dari swadaya masyarakat setempat. Hanya menambah yang kurang, bukan hanya memberi yang hanya mau menerima. Dengan cara seperti ini, mutlak ibadah qurban dilaksanakan dengan penuh perencanaan, mengikis tradisi berqurban yang “ujug- ujug” (tiba-tiba).
Monggo kami tunggu kontribusi semua pihak untuk berwisata qurban ke tepian negeri. SemogaAllah memberkah.
Klik Untuk Berkurban Tepian Negeri dalam bentuk Rendang
Klik disini https://lazismukendal.org/campaign/qurban-rendangmu-dari-daging-qurban-jadi-berkah-sepanjang-tahun?ref=h7s1j
