KENDAL — LAZISMU Kendal kembali menyalurkan bantuan melalui program Gudang Kemanusiaan pada Rabu (19/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal, meliputi Kecamatan Ngampel, Patebon, Pegandon, Kaliwungu Selatan, Gemuh, serta penyaluran secara on the road.
Bagi Konah (69), warga RT 001/RW 005, Desa Bojonggede, Kecamatan Ngampel, paket sembako yang diterimanya bukan sekadar bantuan pangan. Di tengah penghasilan yang tidak menentu sebagai buruh tani, bantuan tersebut menjadi tambahan berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Setiap hari, Konah masih bekerja sebagai buruh di sawah dan kebun milik orang lain. Ia memang memiliki lahan sendiri, tetapi luasnya sangat terbatas sehingga belum mampu menjadi sumber utama penghasilan keluarga.
“Sehari-hari nyambut gawe dadi buruh, neng sawah lan kebon. Nggih, kagungan sawah, nanging namung sekedhik,” ujar Konah.
Konah merupakan salah satu penerima manfaat program Gudang Kemanusiaan LAZISMU Kendal. Program tersebut menyasar masyarakat dhuafa, fakir miskin, serta pekerja informal yang memiliki penghasilan tidak tetap dan rentan terhadap persoalan ekonomi.
Eksekutif Divisi Program LAZISMU Kendal, Ilham Khur Aeni, menjelaskan bahwa Gudang Kemanusiaan merupakan salah satu program kemanusiaan LAZISMU yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.
“Gudang Kemanusiaan itu salah satu program kemanusiaan. Salah satu subprogramnya adalah pembagian paket sembako,” kata Ilham saat ditemui pada Rabu (19/8/2026).
Menurut Ilham, penyaluran bantuan diprioritaskan kepada masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan. Selain kelompok fakir miskin dan dhuafa, perhatian juga diberikan kepada para pekerja informal yang memiliki penghasilan tidak menentu.
Setiap paket sembako yang disalurkan memiliki nilai sekitar Rp100 ribu. Paket tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras 2,5 kilogram, minyak goreng 900 mililiter, gula pasir satu kilogram, teh, tiga bungkus mi instan goreng, serta rendang sebagai pelengkap.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. LAZISMU Kendal juga berharap kepedulian yang diberikan melalui program Gudang Kemanusiaan dapat menjadi bagian dari upaya meringankan beban masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas.
“Harapannya, yang menerima dapat merasakan manfaatnya dan bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tegas Ilham.
Bagi Konah, bantuan yang diterimanya menjadi bentuk perhatian yang memberikan rasa syukur di tengah keterbatasan. Terlebih, ia masih harus memikirkan berbagai kebutuhan keluarga, termasuk kebutuhan cucunya yang masih menempuh pendidikan.
“Alhamdulillah, matur nuwun, barokah,” ungkap Konah dengan penuh rasa syukur.
Ilham menambahkan bahwa program Gudang Kemanusiaan merupakan salah satu program kemanusiaan LAZISMU Kendal yang tetap dijalankan setiap tahun. Namun, penyalurannya tidak dilakukan secara rutin setiap bulan karena pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan momentum tertentu.
“Program ini setiap tahun masih ada, tetapi tidak setiap bulan. Jadi sifatnya insidental,” pungkasnya.
Melalui Gudang Kemanusiaan, LAZISMU Kendal berupaya memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan. Paket sembako yang sederhana diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang berarti bagi keluarga penerima, sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat tumbuh dari gerakan bersama.
