Idul Adha adalah momen yang penuh haru dan makna. Bukan sekadar menyembelih hewan qurban, tetapi tentang menyembelih ego, menebas batas antara kita dan sesama. Setiap daging yang terdistribusi bukan sekadar santapan, tetapi simbol cinta dan kepedulian kita sebagai umat Islam.
Namun kenyataan di lapangan begitu menyentak nurani. Di satu sisi, ada desa-desa yang melimpah ruah dengan daging qurban, hingga tak habis dibagikan dalam sehari. Tapi di sisi lain, tak jauh dari kita, ada saudara-saudara kita yang sangat kurang merasakan nikmatnya daging qurban di hari raya. Mereka hanya bisa memandang dari jauh, berharap, tapi tak tahu kepada siapa harus meminta.
Tahun 1445 H lalu, Lazismu Kendal hadir menyapa mereka di tepian negeri. Di Kecamatan Sukorejo, Singorojo, Ringinarum, Plantungan, Rowosari, Patean, Cepiring dan Gemuh, kami menyampaikan amanah qurban dari para dermawan. Wajah-wajah cerah itu menjadi saksi bahwa masih ada hati-hati yang peduli.

Ternyata, masih banyak wilayah di Kabupaten Kendal yang sangat minim hewan qurban. Ketimpangan distribusi ini adalah cermin ketidakadilan yang tak boleh kita biarkan terus terjadi. Karena qurban bukan hanya ibadah personal, tetapi juga sosial. Bukan hanya urusan menyembelih, tetapi tentang bagaimana menyampaikan.
Sebagai seorang Muslim, kita akan dimintai pertanggungjawaban. Saat di tempat kita melimpah, tapi di tempat saudara kita tak ada apa-apa, apakah kita sudah benar-benar menunaikan makna qurban secara utuh? Apakah kita sudah memaknai pengorbanan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail dengan benar?
Maka tahun ini, mari kita kembali bergerak. Kita jadikan Idul Adha bukan hanya milik kita, tapi milik semua. Kita hadirkan senyum di wajah-wajah yang selama ini hanya bisa menunduk saat hari raya. Kita kirimkan daging qurban sebagai bukti bahwa mereka tak dilupakan.
Qurban Tepian Negeri Lazismu Kendal 1446 H adalah ladang amal yang nyata. Di sinilah kita bisa berperan bukan hanya sebagai sohibul qurban, tetapi juga sebagai jembatan kebahagiaan. Karena sejatinya, tangan kita adalah perpanjangan kasih Allah SWT bagi mereka yang membutuhkan.
Mari kita tidak hanya qurban untuk diri sendiri, tetapi juga qurban untuk saudara kita yang ada di desa-desa terpinggirkan. Jangan sampai Idul Adha kita hanya penuh syukur, tapi minim berbagi. Jangan sampai daging menumpuk di satu tempat, sementara di tempat lain hanya ada doa dan harapan.
Setiap ekor yang kita qurbankan melalui program ini akan sampai pada mereka yang paling membutuhkan. Setiap tetes darah yang mengalir akan menjadi saksi amal kita. Dan setiap senyum yang terbit di wajah mereka akan menjadi doa yang menggetarkan langit.
Tahun ini, mari kita pilih qurban yang bermakna. Qurban yang bukan hanya sekadar menyembelih, tapi juga menyentuh. Qurban yang menembus batas wilayah, dan menyentuh hati. Bergabunglah dalam Qurban Tepian Negeri Lazismu Kendal 1446 H. Karena mereka menunggu. Dan kita dipanggil untuk peduli.
Salurkan qurban terbaik anda melelui program tepaian negeri Lazismu Kendal dengan cara Klik Link dibawah ini
https://lazismukendal.org/campaign/qurbanmu-bahagiakan-sesama?ref=h7s1j

