Lazismu Kendal

Lazismu Kendal

Evaluasi Qurban Lazismu Eks kawedanan Selokaton 1447 H, Amanah dan Pemerataan Jadi Prioritas

Kendal – Lazismu Kendal menggelar kegiatan Silaturahmi dan Evaluasi Program Qurban Tepian Negeri dan RendangMu 1447 H di Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Patean, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah Cabang dan ranting, pengurus Lazismu, panitia qurban, serta perwakilan Kantor Layanan (KL) Lazismu se- eks kawedanan Selokaton.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, H. Djamzuri, memberikan motivasi sekaligus penguatan kepada seluruh peserta terkait pentingnya menjaga amanah dalam pengelolaan dana umat.

Menurutnya, dana yang dikelola oleh Muhammadiyah melalui Lazismu bukanlah dana yang sedikit. Oleh karena itu, seluruh pengurus, baik di tingkat ranting, cabang, maupun Kantor Layanan Lazismu, harus senantiasa berhati-hati dan menjaga integritas dalam mengelolanya.

“Dana yang kita kelola ini adalah dana umat. Jumlahnya banyak, tidak sedikit. Karena itu, kita harus benar-benar berhati-hati. Jangan sampai para pengurus tergoda untuk memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi,” tegas Djamzuri.

Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan dana umat tidak hanya berdampak pada individu yang melakukan pelanggaran, tetapi juga dapat mencoreng nama baik Muhammadiyah secara keseluruhan.

“Nantinya yang akan terkena dampaknya bukan hanya pelaku, tetapi Muhammadiyah secara keseluruhan. Kepercayaan masyarakat yang sudah dibangun bertahun-tahun bisa rusak karena ulah segelintir orang,” ujarnya.

Karena itu, Djamzuri mengajak seluruh elemen Muhammadiyah untuk bersama-sama mengawasi dan mengawal pengelolaan dana umat agar tetap berjalan sesuai prinsip amanah, transparan, dan akuntabel.

“Untuk itu, mari kita bersama-sama mengawasi dan mengawal pengelolaan dana umat ini, baik dana qurban, infak, maupun zakat. Amanah ini harus kita jaga bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lazismu Kendal, Sutiyono, dalam pemaparannya menyampaikan apresiasi kepada Kantor Layanan Lazismu Patean dan Kantor Layanan Lazismu Sukorejo yang menjadi kontributor terbesar dalam Program Qurban Tepian Negeri dan RendangMu 1447 H.

Menurutnya, kontribusi kedua Kantor Layanan tersebut menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pemerataan distribusi manfaat qurban ke daerah-daerah yang masih membutuhkan.

“Kami mengapresiasi Kantor Layanan Patean dan Sukorejo yang tahun ini menjadi kontributor terbanyak dalam program Qurban Tepian Negeri dan RendangMu. Ini menunjukkan kepedulian dan semangat berbagi yang luar biasa,” ujarnya.

Di sisi lain, Sutiyono juga memberikan evaluasi kepada sejumlah Kantor Layanan yang dinilai belum maksimal berpartisipasi dalam program tersebut. Padahal, kata dia, wilayah mereka memiliki potensi qurban yang melimpah.

Ia menilai masih terdapat ketimpangan antara jumlah hewan qurban yang tersedia di suatu wilayah dengan kontribusi yang disalurkan untuk membantu daerah lain yang kekurangan.

“Ada beberapa wilayah yang sebenarnya qurbannya berlimpah, tetapi kontribusinya terhadap program Qurban Tepian Negeri dan RendangMu masih belum maksimal. Ini menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan pemerataan manfaat qurban dapat semakin luas,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sutiyono juga mengingatkan kembali sejarah lahirnya Program Qurban Tepian Negeri yang selama ini menjadi salah satu program unggulan Lazismu Kendal. Ia menyebut program tersebut merupakan salah satu warisan pemikiran dan perjuangan almarhum K.H. Ishak, pendiri Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Patean.

“Qurban Tepian Negeri ini adalah salah satu warisan dari K.H. Ishak. Beliau memiliki cita-cita agar manfaat qurban tidak hanya dirasakan di daerah yang berlimpah, tetapi juga menjangkau wilayah-wilayah yang masih kekurangan. Hari ini kita melaksanakan evaluasi di tempat yang beliau dirikan, sehingga semangat itu harus terus kita jaga,” tuturnya.

Selain membahas capaian program, Sutiyono juga menekankan pentingnya standarisasi dalam distribusi daging qurban yang dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, pemerataan distribusi harus menjadi perhatian utama agar manfaat qurban dapat dirasakan secara lebih adil.

Ia menjelaskan bahwa idealnya setiap paket daging qurban yang dibagikan kepada masyarakat memiliki berat minimal 0,5 kilogram dan maksimal 1 kilogram.

“Pembagian daging qurban jangan sampai kurang dari 0,5 kilogram dan jangan sampai lebih dari 1 kilogram. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar distribusi berjalan proporsional dan merata,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa daerah yang mengalami kekurangan hewan qurban sehingga tidak mampu memenuhi standar minimal pembagian dapat mengajukan bantuan kepada Lazismu. Sebaliknya, wilayah yang memiliki kelebihan hewan qurban diminta untuk menyalurkan sebagian melalui Lazismu agar dapat didistribusikan ke daerah lain yang membutuhkan.

“Jika di tempat panjenengan pembagiannya kurang dari 0,5 kilogram per bungkus, maka ajukan bantuan hewan qurban ke Lazismu. Namun apabila di tempat panjenengan sudah lebih dari 1 kilogram per bungkus, maka setorkan melalui Lazismu untuk kami salurkan ke tempat lain. Dengan begitu, pemerataan manfaat qurban bisa benar-benar terwujud,” pungkasnya.

Kegiatan evaluasi tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan tata kelola program qurban sekaligus memperkokoh komitmen seluruh jaringan Muhammadiyah dan Lazismu dalam menjaga amanah umat serta memperluas kemanfaatan qurban bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tentang Berita dan Artikel Lainya

Scroll to Top