Pegandon, 22 Mei 2024 – Sebanyak sepuluh pasien Tuberkulosis (TB) di Kecamatan Pegandon menerima bantuan Program Makanan Tambahan (PMT) dalam sebuah acara yang diadakan di Aula Kecamatan Pegandon. Acara ini merupakan bagian dari Silaturahmi dan Koordinasi SSR Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Kendal bersama Pemerintah Kabupaten Kendal. Penyerahan bantuan tersebut diwakili oleh pihak keluarga pasien.
Ketua PCM Pegandon, Achmad Rifqi, menyampaikan bahwa di wilayah Pegandon, penderita TB menghadapi kondisi yang cukup memprihatinkan. Banyak dari mereka berisiko kehilangan pekerjaan dan pada akhirnya tidak dapat bekerja lagi. Oleh karena itu, Lazismu melalui Kantor Layanan Pegandon menyalurkan bantuan untuk membantu penanganan pasien TB. “Dalam data desa, sebagian besar penderita TB belum terdaftar sebagai penerima bantuan desa. Oleh karena itu, Lazismu KL Pegandon turut terlibat dalam kepedulian dan membantu saudara-saudara kita ini,” ujar Achmad Rifqi.
MSI (Mentari Indonesia Sehat) berharap dengan adanya kolaborasi awal bersama Lazismu KL Pegandon, ke depannya dapat terjalin kerja sama yang lebih luas. “Kami berharap kolaborasi awal ini bersama KL Pegandon menjadi langkah awal yang baik untuk bekerja sama dengan pemerintah kecamatan maupun daerah lain dalam menangani dan membantu pasien TB, terutama di Kabupaten Kendal,” kata perwakilan MSI.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang peduli terhadap penanganan TB, termasuk Camat Kecamatan pegandon serta perwakilan dari pemerintah setempat, dan keluarga pasien. Penyerahan bantuan PMT ini diharapkan dapat meringankan beban para pasien TB dan memberikan dukungan nutrisi yang diperlukan untuk proses penyembuhan mereka.
Kerja sama antara Lazismu KL Pegandon dan MSI diharapkan dapat menjadi contoh yang baik untuk daerah lain dalam menangani masalah kesehatan masyarakat, terutama dalam mendukung pasien TB yang membutuhkan perhatian khusus. Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif dalam mendata dan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, sehingga tidak ada yang terlewatkan dari jangkauan bantuan sosial.