Kendal — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kendal menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Qurban 1446 Hijriyah pada Sabtu, 10 Mei 2025 bertempat di RM Stasiun Sukorejo. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Kepala Kantor Layanan Lazismu (KL Lazismu) serta para Ketua Takmir Masjid Muhammadiyah se-Kabupaten Kendal.
Rakorsus ini digelar sebagai upaya untuk mengoptimalkan program penghimpunan qurban melalui Lazismu Kendal, termasuk program Qurban Tepian Negeri, Qurban RendangMu, dan Qurban Muqoyyad. Tujuannya agar seluruh pelaksanaan dan distribusi qurban tercatat, terstruktur, dan tepat sasaran melalui mekanisme Lazismu.
Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Ketua pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, H. Djamzuri. Kemudian pemaparan materi dari Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazismu Jawa Tengah, Ustaz Agus Miswanto. Dalam sesi materinya, beliau menyampaikan urgensi pemahaman fikih qurban secara mendalam. Menurutnya, pengelolaan qurban tidak cukup hanya dari sisi teknis, tetapi juga harus berpijak pada hukum syar’i.

“Qurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tapi soal niat, penyaluran yang tepat, serta kemaslahatan yang dihasilkan. Maka penting bagi kita untuk memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai dengan syariat,” tegas Ustaz Agus.
Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi program qurban dari Lazismu, seperti Qurban Tepian Negeri dan Qurban RendangMu yang memungkinkan distribusi daging qurban menjangkau wilayah pelosok dan daerah krisis. “Program seperti RendangMu adalah bentuk inovasi dari nilai qurban itu sendiri. Daging awet, mudah distribusi, dan sangat berguna dalam kondisi darurat,” tambahnya.
Sesi kedua diisi oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kendal, Bapak Sutiyono, yang memberikan pemahaman inspiratif terkait esensi berqurban. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya menyebarluaskan manfaat qurban secara lebih luas dan inklusif.
“Qurban itu rahmatan lil alamin, bukan hanya untuk satu kampung kita saja,” ujar Sutiyono penuh semangat. “Jangan menumpuk hewan qurban hanya di lingkungan kita, sementara di luar sana masih banyak saudara kita yang belum pernah menikmati daging qurban.”
Beliau juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada logika memilih hewan qurban yang termurah semata. “Qurban bukan tentang siapa yang paling murah, tapi siapa yang memberikan yang paling baik,” tegasnya. Pesan ini menjadi penekanan penting agar masyarakat memahami nilai ibadah qurban secara menyeluruh, baik dari aspek spiritual maupun sosial.

Acara Rakorsus ditutup dengan sesi diskusi dan penyamaan persepsi terkait teknis pelaksanaan, distribusi, hingga sistem pencatatan qurban yang terintegrasi dengan Lazismu Kendal. Para peserta antusias dalam menyampaikan gagasan serta kesiapan masing-masing Kantor Layanan dan Takmir Masjid untuk menyukseskan program qurban tahun ini.
Dengan diselenggarakannya Rakorsus ini, diharapkan sinergi antara Lazismu, Takmir Masjid, dan masyarakat akan semakin kuat dalam menyebarkan manfaat qurban hingga ke penjuru negeri, menjadikan ibadah qurban bukan sekadar ritual, tapi juga wujud kepedulian sosial bagi sesama umat.
Untuk Mengikuti Program Qurban Rendangmu bisa klik link dibawah ini
