SEMARANG – Lazismu Kabupaten Kendal menyelenggarakan kegiatan Upgrading Amil 2026 selama dua hari, Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026, di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas, integritas, dan profesionalisme amil dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Melalui kegiatan tersebut, Lazismu Kendal berupaya memperkuat pemahaman amil mengenai nilai-nilai amanah, integritas, etika profesi, tata kelola keuangan, hingga kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan pengelolaan dana ZIS yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan upgrading ini mengangkat lima materi utama, yakni orientasi dan spirit amanah amil, fraud awareness dan pencegahannya, membangun integritas dan etika profesi amil, tata kelola keuangan dan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan dana ZIS, serta pelayanan prima kepada muzaki dan mustahik.
Rangkaian materi tersebut dirancang untuk memperkuat keseimbangan antara nilai spiritual dan kompetensi profesional. Amil tidak hanya dituntut memahami ketentuan teknis pengelolaan dana umat, tetapi juga memiliki karakter yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat.
Meneguhkan Amanah untuk Misi Kemanusiaan
Dalam seremoni pembukaan kegiatan, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kendal, Widi Mulyanta, menyampaikan harapannya agar upgrading amil dapat menjadi momentum perbaikan diri dan peningkatan kualitas kerja di seluruh aspek pengelolaan lembaga.
“Semoga melalui program ini, kita menjadi lebih baik dalam segala aspek dan semakin mampu menjaga amanah dari pekerjaan mulia ini. Visi besar kita adalah menolong fakir miskin, menolong orang lain yang membutuhkan. Lebih dari itu, kita ingin mengubah mustahik menjadi muzaki sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Menurut Widi, tugas amil tidak sebatas menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah. Di balik setiap dana yang dipercayakan masyarakat, terdapat harapan agar dana tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima dan membantu meningkatkan taraf hidup mereka.
Oleh karena itu, setiap amil perlu memahami bahwa amanah yang dijalankan memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Kepercayaan muzaki harus dijaga melalui pengelolaan yang bertanggung jawab, sedangkan kebutuhan mustahik perlu dijawab melalui program yang tepat sasaran dan memberikan dampak berkelanjutan.
Widi juga menekankan pentingnya orientasi pemberdayaan dalam pelaksanaan program-program Lazismu. Keberhasilan pengelolaan zakat tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun atau banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan program dalam mendorong kemandirian penerima manfaat.
Harapan tersebut sejalan dengan tujuan pengentasan kemiskinan, yakni membantu masyarakat keluar dari kondisi rentan melalui dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka. Dengan demikian, mustahik diharapkan tidak selamanya bergantung pada bantuan, tetapi memiliki kesempatan untuk berkembang, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya menjadi muzaki ketika telah memenuhi ketentuan.
PDM Kendal Dorong Amil yang Berintegritas dan Profesional
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, H. Djamzuri, turut memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga amanah dan meningkatkan kualitas pelayanan dalam menjalankan tugas sebagai amil.
Ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi keberlangsungan lembaga pengelola zakat. Kepercayaan tersebut harus dijaga melalui sikap jujur, keterbukaan, kedisiplinan, serta kesungguhan dalam melaksanakan tanggung jawab.
“Menjadi amil bukan sekadar menjalankan pekerjaan, melainkan mengemban amanah umat. Karena itu, setiap amil harus memiliki integritas, bekerja secara profesional, dan menyadari bahwa setiap tugas yang dilaksanakan akan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kepercayaan yang telah diberikan masyarakat justru berkurang karena kelalaian atau perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita pegang,” tutur Djamzuri.
Ia juga mengingatkan bahwa profesionalisme perlu dibangun melalui kemauan untuk terus belajar, memperbaiki cara kerja, dan memperkuat koordinasi antarpersonel. Menurutnya, lembaga yang baik tidak hanya ditopang oleh program yang bermanfaat, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan kesamaan visi.
Djamzuri berharap kegiatan upgrading tersebut dapat mendorong para amil untuk membawa perubahan positif setelah kembali menjalankan tugas masing-masing. Materi yang diperoleh hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan selama pelatihan, tetapi diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Dengan demikian, peningkatan kapasitas amil diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan tata kelola Lazismu Kendal sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana ZIS.
Memperkuat Pencegahan Kecurangan dan Kualitas Pelayanan
Salah satu materi penting dalam kegiatan ini adalah fraud awareness, yaitu kesadaran terhadap potensi kecurangan beserta langkah-langkah pencegahannya. Materi ini relevan dengan tanggung jawab amil yang mengelola dana titipan masyarakat dan harus memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan.
Pencegahan kecurangan memerlukan komitmen bersama, mulai dari kepatuhan terhadap SOP, ketelitian dalam pencatatan transaksi, pemisahan tugas, dokumentasi yang memadai, hingga pengawasan dan evaluasi secara berkala. Budaya kerja yang terbuka dan bertanggung jawab juga penting untuk mendorong setiap personel berani mengingatkan apabila menemukan proses yang berisiko.
Selain itu, penguatan tata kelola keuangan menjadi landasan untuk memastikan penghimpunan, pencatatan, penyaluran, dan pelaporan dana ZIS terlaksana secara tertib. Penerapan prosedur yang jelas diharapkan dapat meminimalkan kesalahan sekaligus memperkuat akuntabilitas lembaga.
Aspek lain yang mendapat perhatian adalah pelayanan prima kepada muzaki dan mustahik. Pelayanan yang baik tidak hanya berkaitan dengan kecepatan dan ketepatan administrasi, tetapi juga menyangkut sikap ramah, empati, komunikasi yang jelas, serta penghormatan terhadap martabat setiap orang.
Muzaki perlu memperoleh pelayanan dan informasi yang memadai mengenai penyaluran amanah yang dipercayakan. Sementara itu, mustahik harus mendapatkan pelayanan yang manusiawi, adil, dan tidak diskriminatif. Keduanya merupakan bagian penting dari upaya membangun hubungan yang sehat antara lembaga, donatur, penerima manfaat, dan masyarakat luas.
Membawa Hasil Upgrading ke Lingkungan Kerja
Manajer Lazismu Kendal, Aofi AN Surya Madani, menyampaikan bahwa kegiatan upgrading menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme amil dalam menjalankan amanah. Ia berharap materi yang diberikan dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, khususnya dalam memperkuat integritas, tata kelola dana ZIS, serta kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik.
“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, seluruh amil semakin profesional, berintegritas, dan mampu bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui Upgrading Amil 2026, Lazismu Kendal diharapkan semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia yang berorientasi pada amanah, integritas, dan profesionalisme. Perpaduan antara penguatan nilai, pemahaman tata kelola, pencegahan kecurangan, dan peningkatan pelayanan menjadi bekal penting bagi amil dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat yang semakin kompleks.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan Lazismu tidak dapat dipisahkan dari kualitas orang-orang yang menjalankan amanah di dalamnya. Setiap amil memiliki peran dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan dana ZIS memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pada akhirnya, peningkatan kapasitas amil bukan hanya tentang memperbaiki kinerja organisasi, melainkan juga memperkuat misi sosial untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan. Dengan tata kelola yang baik, pelayanan yang bermartabat, serta program pemberdayaan yang berkelanjutan, Lazismu Kendal diharapkan dapat terus berkontribusi dalam membantu fakir miskin, mengurangi kemiskinan, dan mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki.
Amanah yang dijaga dengan integritas dan dijalankan secara profesional menjadi fondasi bagi terwujudnya pengelolaan ZIS yang semakin terpercaya dan berdampak bagi umat.
